Gravel bike made by Polygon Bikes.
Mulai dari desain web, aplikasi, hingga layout buku, majalah, logo serta branding dan kemasan produk fisik.
Di hari spesial ke-24, saya memutuskan untuk mengajak Trio Kambing untuk jalan-jalan ke Solo. Selain karena daerah ini adalah kota favorit saya, Solo selalu menarik untuk disambangi berkali-kali. Dari Jogja, kami menaiki KRL Commuterline Joglo hingga Stasiun Purwosari. Dari stasiun ini, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki mengitari Slamet Riyadi. Irit. Perjalanan kali ini benar-benar hemat …
Pelarian singkat ke zona berkabut membawa kami pada Curug Sikarim. Air terjun yang hampir selalu berselimut awan ini terletak di jalur alternatif menuju Puncak Sikunir, atau jalan lain ke Dieng. WASPADA: jalan ini terlalu ekstrem sehingga disarankan untuk dilewati menggunakan motor matik ber-CC besar. Kendaraan roda 4 jangan melewati rute ini.
Karena tidak ada destinasi pasti pada perjalanan kami (8/5), akhirnya kami memutuskan menyambangi De Tjolomadoe. Museum eks pabrik gula ini memiliki area taman yang luas dan terbuka untuk umum. Karena sedang ada promo tiket masuk seharga Rp. 25.000,- saja, kami putuskan mengeksplorasi isi museum. Dan ternyata memang berharga!
Akhir pekan jelang Lebaran, saya putuskan pelesir dengan transportasi umum bersama sahabat saya, Sanela dan Ifan. Kami bertiga sama-sama punya keluangan waktu, dan ada hasrat ingin bertemu meski pandemi masih mengganggu. Tanpa itinerary sama sekali, kami bergegas menuju Surakarta dengan menaiki KRL Jogja - Solo (Commuter Line). Setibanya di Solo, tentu saja tidak banyak tempat …
Empat pesepeda tinggi asal Yogyakarta nekat pergi ke Jakarta menggunakan sepeda rakitan. Dhuwur adalah Sepeda Jangkung dengan tinggi hampir 2m.
Episode kali ini agak berbeda dari sebelumnya, karena temen-temen gue ini pang pren! Mereka gowes dari kampung halamannya di jogja, dgn sepeda yang gak standart pren, menuju jakarta sejauh ± 551km demi sebuah misi yg luar biasa, membawa aspirasi seluruh kaum buruh di Indonesia. Menurut gue, mereka perlu di apresiasi perjuangannya. Mereka adalah temen-temen gue …
Episode kali ini agak berbeda dari sebelumnya, karena temen-temen gue ini pang pren! Mereka gowes dari kampung halamannya di jogja, dgn sepeda yang gak standart pren, menuju jakarta sejauh ± 551km demi sebuah misi yg luar biasa, membawa aspirasi seluruh kaum buruh di Indonesia. Menurut gue, mereka perlu di apresiasi perjuangannya. Mereka adalah temen-temen gue …