Tiga bulan pasca meminang Tambora A5, siapa sangka siapa duga, goweser kalcer seperti saya nekat ambil tantangan @rute.syahdu untuk gowes 500 km dengan 500 m perolehan elevasi. Ya, pengalaman gowes ultra di 2020 jadi motivasinya. Waktu itu gowes dengan sepeda besi ketika pandemi nekat saya lakukan bersama kawan sepeda tinggi dari Jogja ke ibukota. Lima tahun berselang, saya ingin mencobanya kembali.
Dengan sepeda @polygonbikesid Tambora A5 yang saya miliki pada Oktober lalu dari @rodalinkindonesia, dibekali navigasi @igpsport.id IGS800 dan set tas dari @urbncase, saya menggambar rute dari Jogja menuju Rembang, dan kembali ke Jogja bersama 5 kawan saya. Bertajuk ‘Ekspedisi Harmoni Jawadwipa’, gowes kali ini bertujuan melihat kembali sejarah akulturasi budaya agama-agama di Jawa: buddha, hindu, islam, kristen, katolik, dan tionghoa. Keenam kepercayaan ini masih hidup ko-eksis dalam harmonis, saling menyokong dan merayakan, mewarnai atmosfer masyarakat Jawa Tengah. Ragam medan kami lalui: aspal beton hingga bebatuan makadam, rute datar dan menanjak-turun terjal, tikungan santai hingga curam, jalan baru hingga berlumut, dari panas terik hingga basah kuyup kebanjiran. Pengalaman yang lengkap.
Meski mengalami kendala di km 573,0, beruntung saya telah memenuhi target minimal 500 km. Meski tidak mencapai 600 km seperti yang direncanakan, setidaknya sudah melampaui capaian gowes di 2020 lalu: 525 km.
Terima kasih untuk para kawan yang mendukung, pun @rute.syahdu, @igpsport.id, @polygonbikesid, @rodalinkindonesia dan @storesaira atas penyelenggaraan event virtual ultra cycling ini.
Finish. 573 km. 3.616 m EG.
5500 Summit — Inspire. Create. Connect.
5500summit #InspireCreateConnect
EndOfYearRide #MilesWithMeaning
DesignYourOwnPath



























