Let’s see what’s on Gettsee

Bukan Solo kalau tidak ada kejutan kedai kopi baru. Sepertinya setiap kali saya datang ke kota ini, akan ada satu dua kafe baru di berbagai sudut kota. Dan benar, saya menemukan satu lagi, tepatnya di Ketelan, Banjarsari, tak jauh di sudut barat laut Pura Mangkunegaran. Dari luar bangunannya tampak mencolok. Andai tidak ada kabel melintang mungkin bisa diklaim sedang berada di Jepang, hehe. Awal mula ingin mengabaikan tempat ini, tapi hujan sore tampaknya mengisyaratkan saya untuk rehat sejenak di kafe yang menyasar konsumen usia kepala dua. Inilah Gettsee.

Terdapat set bangku kemping di beranda yang dilipat sementara karena tampiyas
Aksesibel untuk pengguna kursi roda juga

Dari beranda, tampak kafe ini punya kelas. Dengan jenama ‘coffee & donut’, tentu Ia akan menjadikan dua menu ini sebagai andalan. Kopi susu F1 jadi menu kopi yang terpampang jelas di lightbox hadapan. Tanpa pikir panjang, saya langsung pesan.

Bagi saya, menu yang dipampang jelas adalah sorotan
Jikalau tahu ada menu berat sedari awal, tentu saya tidak makan dulu sebelum menyambang
Dua running text ini menjadi daya pikat sendiri dari arah luar
Banyak set bangku, namun tentu yang saya butuhkan adalah colokan

Etalase donat dengan dekorasi cantik itu cukup memikat. Harganya masih dalam lingkup belasan ribu saja. Maka, tentu red velvet saya pilih sebagai komparasi dengan kedai kafe & donat serupa di Jogja sana. Target market, dan kudapan sampingannya sama.

Bahkan donat saja bersolek

Banyaknya opsi di tablet membuat saya bimbang. Lebih baik bertanya menu favorit para pelanggan. Menu dipesan. Untuk kopi bisa langsung diambil di konter sebelah, sedang makanan akan diantar ke tempat duduk dengan nomor meja yang dipajang.

Muka kucel rambut berantakan setelah melintasi jalan nasional dan badai yang menghadang
Tepat jenama apa yang jadi inspirasi dekorasi kafe ini
Running text berulang kali bikin salah fokus, penasaran apa arti teks aksara Jepang tersebut
Sirkuit Mandalika
Toilet lantai dasar bersebelahan dengan ruang outdoor dan akses ke dapur

Untuk kopi, somehow legit, sejatinya saya penasaran mengapa menu ini disorot sebagai unggulan. Sayangnya, saya lupa minta less ice agar kafein tidak larut dalam cairnya es menjadi air. Donatnya mungkin perlu eksperimen lanjutan. Toppingnya heboh merata, sayang kulit adonannya alot buat saya meski dalamnya memang lembut. Disediakan garpu, namun cukup sulit untuk dipotong, apalagi kalau tidak menahan kertas alasnya. Dari awal tidak disediakan tisu juga sehingga jadi belepotan begitu makan. Pun agak repot bila duduk jauh dari bar hanya untuk mengambil selembar dua lembar tisu.

Koneksi internetnya kurang bisa diandalkan rupanya
Sepertinya kebanyakan es, alhasil kafein larut seiring mencairnya es
Mungkin selain garpu, bisa disediakan pisau seperti kedai kopi donat di Jogja itu
Adonan dalam empuk, namun sayang kulitnya alot sehingga sulit untuk dipotong dengan garpu
Sampai jumpa lagi

Lokasinya strategis, tempatnya asik, sayangnya kedai ini kurang cocok untuk kerja meski terdapat sederet bangku menghadap jalanan dengan colokan di tiap tempatnya. Setiap sudutnya memang estetik untuk berswafoto, namun koneksi internet sedikit jadi PR. Meski begitu, Gettsee tentu akan jadi salah satu destinasi nomor wahid muda-mudi di Solo Raya.

Bergabung dengan lansiran

Suka dengan pos ini?

Berlangganan agar tidak tertinggal pembaruan.

Thank you for subscribing to the newsletter.

Oops. Something went wrong. Please try again later.

Johan Ferdian JR

Johan Ferdian JR

Goweser kalcer yang mencoba ngultra • Blogger • Digital product designer • Freelancer at Webber.id

Butuh jasa desain? Yuk jadwalkan konsultasi

Panel diskusi

Leave a Reply

Eksplorasi konten lain dari Intuisi - @hajigoor

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca